and the story continues...
pralangga.blogspot.com
My Peacekeeping Journey...
Pertarungan sementara antara Naruto Vs Peacekeeper
Tidak lama berselang, hm.. sekitar 2 mingguan lalu si kampret ini masih bersama keluarga berada ditengah kesibukan baru, yaitu Ternak Teri :-). Bukan beternak ikan teri namun istilah slang kampret-kampet itu yang dijulukinya kepada saya yaitu (Antar Anak dan Antar Istri). Salah satu menu kegiatan adalah selain bangun pagi mempersiapkan keberangkatan Alif dan Abigail ke sekolah, menemaninya sarapan pagi, menyiapkan buku pelajaran, hingga terus kepada menuntun-nya mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah).
Singkatnya : Kok sepertinya melelahkan ya?
Saya selalu berpikir kalau mengurus anak-anak dan membesarkannya adalah perkara sepele dan hanya ibu rumah tangga/istri saja yang cocok dan piawai menjalankan-nya.
Bah!, ternyata itu salah, man!
Itu juga pekerjaanmu juga, kampret! - it takes two to tanggo (dalam membesarkan anak)
..sepertinya saya mendengar sorak-sorai itu di kejauhan
Buat pribadi yang mungkin mirip seperti situasi saya ini, maksudnya bekerja dan tinggal jauh dari keluarga dalam satu cakupan waktu yang relatif (kelewat) lama, masing-masing anggota keluarga yang berada di "home-front", senantiasa kemudian tumbuh berkembang dengan kemandirian dan sebuah identitas ego yang mulai mempunyai warna tersendiri dalam menjalani keseharian-nya.
Contohnya, Si Idung Pesek itu pun sudah piawai menakhodai kapal rumah tangga dari segi normal-operational basis, begitu pula anak-anak dengan segala perhelatan sehari-hari mereka. Disatu sisi, mandiri itu adalah baik dan positif. Namun demikian terlalu mandiri adalah sebuah sinyalemen yang perlu disikapi dan dicermati dengan tangan dan hati dingin.
Meski sejak 2 tahun terakhir, upaya mudik kampung untuk paling sedikit 4 atau 5 kali setahun alhamdulilah sudah tercapai, meski dengan dukungan biaya yang bukan kepalang, demi upaya meredam kemandirian super itu, mengobat-manjur kerinduan yang sudah membiru sekujur tubuh, dan membalut kekosongan kalbu ketiga hati yang tertambat di kampung itu.
I would say: That is the cost necessary to be borne and I never regret to have expense all that.
Dan saya harus berkata kepada ego dan rasio ini bahwa: It is time to revitalize your assets as they might have run-out over time and exposure.
Tenang, Ayah.. aku bisa kok bikin ini sendiri... ayah duduk aja dan liatin..!
atau
Oh, aku baik-baik saja kok..!
Oh, aku baik-baik saja kok..!
Diatas adalah beberapa ekspresi yang terucap oleh mereka, sepintas memang lumrah dan tidak perlu dipusingkan. Namun demikian, bila ditilik lebih dalam, saya mulai gelisah dengan kemandirian itu dimana hati ini juga ingin merasa dan mendengar ekspresi ucapan seperti dibawah dan lebih sering lagi terdengar:
Ayah, sini dong.. bantuin aku bikin ini... aku nggak ngerti, nih!
atau
Aku rindu sama Ayah..!
Aku rindu sama Ayah..!
--------
Kids are kids, and when it comes to disciplinizing them, of course resistance always occurrs.
Ka', ayo segera dikerjakan PR mu nanti kalau sudah malam jadi males dan ngantuk..
Iyah, sebentar aku selesaikan baca komik Naruto ini dulu..
Iyah, sebentar aku selesaikan baca komik Naruto ini dulu..
10 menit pun berselang dan kedua matanya masih lengket pada lembaran komik Naruto itu..
Waktu itu saya baru faham kalau Naruto adalah karakter komik tersohor buat anak-anak dan mungkin beberapa bapa-bapa, dengan jurus bayang-bayang api dan segudang trik silat dan manuver akrobatik.
Waktu itu saya baru faham kalau Naruto adalah karakter komik tersohor buat anak-anak dan mungkin beberapa bapa-bapa, dengan jurus bayang-bayang api dan segudang trik silat dan manuver akrobatik.
Naruto Vs Peacekeepers
Rasa dongkol pun mulai merambat hingga ubun-ubun ini, dimana kadang mata bolotot-pun ini harus dikeluarkan agar mengalahkan jurus si komik Naruto itu lepas dikedua matanya dan membuatnya beranjak untuk mengerjakan PR tadi. Pada saat itu, harus diakui kalau akhirnya Naruto pun harus mengakui kehebatan ajian sakti kampret nyasar dengan mata melotot yang nyaris hampir loncat keluar. Tapi, itu terlaksana dengan dibalas bibir monyong dan garis-garis merengut terlihat jelas pada dahinya.
Acapkali mengambil referensi akan bagaimana orangtua kita dahulu mendidik kita agar disiplin dengan bentak, pelototan mata dan lain sebagainya, untuk kehidupan seperti sekarang belumlah selalu cocok dan menghasilkan citra yang diinginkan.
Ya, saya harus sabar dan ya, betul sekali.. saya harus berada ditengah-tengah dan bersama mereka setiap hari, bukan seperti ini: Setiap Lebaran Kodok sekali. Itulah juga yang senantiasa dinasehatkan si Idung Pesek-ku berkali-kali. She is right! - Bukan merekalah yang harus dipertanyakan, lebih melainkan dari diri ini sendiri.
Ibarat menuangkan air dari sebuah ember besar kedalam sebuah botol, harus
perlahan, ditahan kekuatan guyur dan yang terutama adalah sabar dalam menjalani proses ini.
Despite the fact that I want them to be all independent and free, the same time I would love them to really depend on me to do a lot of stuffs..therefore I may play an important roles and able to establish a legacy, a strong and positive ones.. May Allah speeds me up on my mission to reunite with them.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar